Mengenal Ayam Hutan Merah

s128, s1288, sabung ayam, adu ayam, laga ayam, agen sabung ayam, s128 sabung ayam, s1288 sabung ayam

Mengenal Ayam Hutan Merah

s128, s1288, sabung ayam, adu ayam, laga ayam, agen sabung ayam, s128 sabung ayam, s1288 sabung ayam

s128,    Terjaminnya suplai pada makanan dan rasa aman dari pemangsa serta hilangnya sifat mengeram pada sebagian ras untuk ayam domestik ini sangat memungkinkan ayam betina untuk bertelur nyaris dilakukan pada setiap hari dan sepanjang tahun.

Ayam Hutan Feral

s1288, Di Kepulauan Hawaii dan Cook Island (Pasifik Tenggara), juga ditemukan populasi ayam hutan merah peliharaan yang terlepas dari kandang, dan kemudian hidup liar (feral) di daerah pedalaman. Kemungkinan pada dahulunya ayam peliharaan yang terlepas ini adalah ayam hutan asli yang kemudian berkembang biak dengan ayam lingkungan setempat sehingga berkembang menjadi populasi ayam liar seperti yang ditemukan pada saat ini.

 

Status Konservasi

Agen s1288, Agen s128, situs s1288 Populasi dari ayam hutan di berbagai negara di Asia ini cenderung terus menurun akibat perburuan dan degradasi habitat. Tetapi ancaman yang sangat utama terhadap populasi ayam hutan ini yaitu munculnya polusi genetik yang diakibatkan oleh terjadinya kawin silang yang dilakukan secara alami antara ayam hutan dengan ayam domestik atau ayam hutan dengan ayam peliharaan yang tidak dikandangkan.

Sub-Spesies Ayam Hutan Merah

Berdasarkan daerah sebaran dan morfologinya, William Beebe (1877-1962), adalah seorang naturalis berasal dari New York, Amerika Serikat, dalam publikasi risetnya A Monograph of the Pheasants, ditambah dengan beberapa ahli burung lainnya, membagi ayam hutan merah (Gallus gallus) menjadi 5 hingga 6 sub-spesies yang berbeda:

  1. Ayam Hutan Cochin-China (Gallus gallus gallus Linnaues, 1758)

Tersebar di Vietnam, Laos selatan dan juga timur, Thailand timur. Ayam ini memiliki bulu pada leher yang sangat panjang dengan warna merah jingga hingga keemasan dengan ujung bulu yang meruncing berwarna jingga.

  1. Ayam Hutan Burma (Gallus gallus spadiceus Bonnaterre, 1792)

Yang tersebar mulai dari daerah Yunnan barat daya (RRC), Burma, Laos utara, Thailand, sampai Semenanjung Malaya hingga Sumatera bagian utara. Sub-spesies ini memiliki ciri yang sangat sama dengan sub-spesies pada generasi sebelumnya dengan pengecualian terdapat pada bulu leher dan juga telinganya yang berukuran sedang sampai besar yang mempunyai berwarna putih atau merah.

  1. Ayam Hutan India (Gallus gallus murghi Robinson dan Kloss, 1920)

Tersebar mulai dari Pakistan timur ke India tengah dan  hingga daerah Assam di timur India. Ciri khas dari subspesies ini adalah adanya strip berwarna hitam yang lebar di tengah bulu leher.

  1. Ayam Hutan Tonkin (Gallus gallus jabouillei, Delacour dan Kinnear, 1928)\

Yang sudah tersebar di Guangxi, Kwangtung dan Pulau Hainan (RRC) serta Vietnam bagian utara. Sub-spesies ini dapat dikenali dari bulu lehernya yang sangat pendek dan mempunyai warna merah jingga gelap dengan ujung meruncing dan ukuran jengger/pial dan cuping telinga yang berwarna merah yang kecil.

  1. Ayam Hutan Jawa (Gallus gallus bankiva, Temminck, 1813).

Tersebar di Pulau Sumatera bagian selatan, Jawa dan Bali. Ayam ini termasuk sub-spesies yang paling unik karena bulu lehernya yang pendek, lebar, dengan ujung membulat.

 

  1. Ayam Peliharaan (Gallus gallus domesticus, Linnaeus, 1758)

ayam hutan merah dan ayam peliharaan ini sangat masih terhitung hanya satu spesies, bukan 2 spesies yang berbeda. Pada saat ini, terdapat ratusan kultivar atau varian ayam peliharaan yang tersebar di seluruh dunia.